
In Discourse on December 14, 2008 by demonzbabtizm
[arif wijaksono]
Data dari Direktorat Pendidikan Masyarakat, Ditjen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Depdiknas menunjukkan total penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang menyandang buta aksara berkisar 15,04 juta. Indonesia pun akhirnya harus puas menyandang gelar sebagai negara dengan penduduk buta aksara terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, setiap tahun hampir satu juta anak di Indonesia terancam putus sekolah dasar. Di Jawa Timur jumlah siswa putus sekolah juga mengalami peningkatan yang signifikan khususnya jenjang SMP dan SMA. Jumlah siswa SMP periode 2006/2007 yang mengalami putus sekolah mencapai kisaran 2.223 siswa, atau meningkat 4,2 persen dari periode sebelumnya yaitu 2.133 siswa. Sedangkan siswa putus sekolah jenjang SMA periode 2006/2007 mencapai 3.357 siswa, atau meningkat 60 persen dari periode sebelumnya yaitu 2.099 siswa.
…Read More

In Discourse on December 14, 2008 by demonzbabtizm
[arif wijaksono]
Seperti halnya individu, bangsa adalah puncak dari upaya, pengorbanan dan pengabdian panjang di masa lampau. Di antara semua kultus, yang paling absah adalah kultus leluhur, karena leluhurlah yang membuat kita menjadi seperti sekarang ini. Masa lalu yang heroik, para tokoh besar, kejayaan murni adalah pusat sosial yang digunakan oleh manusia sebagai dasar gagasan nasional. Memiliki kejayaan bersama di masa lampau dan kehendak bersama di masa kini; melaksanakan perbuatan-perbuatan besar bersama-sama, berharap untuk berbuat lebih banyak lagi-inilah kondisi-kondisi yang hakiki untuk menjadi rakyat (Ernest Renan)
…Read More

In Discourse on December 6, 2008 by demonzbabtizm
[arif wijaksono]
Ada adagium yang menyatakan bahwa untuk melihat masa depan dari suatu negara bangsa maka lihatlah kaum mudanya. Kaum muda memang fenomenal, gerak sejarah republik ini juga mencatat eksistensi mereka dalam pelbagai peristiwa nasional. Dimulai dari Budi Utomo 1908, Sumpah Pemuda 1928, proklamasi kemerdekaan 1945, penggulingan orde lama 1966, hingga reformasi 1998. Dapat dikatakan, kaum muda (intelektual) mampu menunjukkan peranannya sebagai agen transformasi sosial. Namun yang perlu juga dipahami adalah transformasi sosial ini tidak selalu berbentuk gerakan politik atau berkutat pada suprastruktur melainkan juga berupa transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) terhadap masyarakat di tingkatan basis struktur. Nah, sejauh manakah peran kaum muda intelektual dalam melakukan transformasi IPTEK? Bagian inilah bila dibandingkan antara keduanya, benar-benar bagai langit dan bumi.
…Read More