Ini untuk kau. Tentang pertanyaan yang sudah-sudah dan kau sudahi dengan mengangguk-angguk tak mengerti. Atau tak mengertikan diri? Arti adanya kau aku? Sejauh apapun dipikirkan..hidup cuma itu-itu saja. Kau aku ‘mungkin’ memerlukan sedikit imajinasi untuk membengkokkannya menjadi tak biasa. Tak cuma itu-itu saja. Ajaib. Berlarian..mengejar anak-anak dandelion. Atau berwarna..menguntit pelangi. Tak mesti utuh..cukuplah begitu. Kukatakan mungkin, sebab ku tak hendak bersetubuh dengan biasamu yang cuma sebentar itu. Menggelikan Merindukan. Itukah wajah terbaikmu? Ah..menjemukan. Tentu saja kau tak setuju. Menentangku sungguh. Tapi aku cukup cinta kau. Kata yang selalu ku teriakkan padamu. Mengerutkah kau denganku? Kau mulai terbiasa dengan satu sisi yang biasanya disembunyikan..dikucilkan. Sayangku dan sinismu ternyata tidak luar biasa. Tapi juga tidak seperti lazimnya. Ini yang kunamakan transisi. Tentang kau aku yang mencoba tak terseret mainstream. Yang dulu selalu kau jawab dengan mengangguk-angguk tak mengerti. Tapi dimengertikan pengalaman. Apa kau menjadi ingin tahu tentang banyak hal. Seperti bocah baru dilahirkan. Indah. Tapi apa kau tetap lontarkan frasa yang sama padaku. Membuatku terusik..tak nyaman. Tak apa kawan. Kau aku hanya memulai. menjalani ini sampai usai.