
In Discourse on March 11, 2009 by demonzbabtizm
Mohammad Yasin
Perjalanan sejarah kebertuhanan manusia pada galibnya melangkah menuju titik yang sama: pembebasan masalah ketuhanan dari mitologi. Sejak pertama kelahirannya di Yunani, filsafat mengawali jalan kebertuhannannya lewat upaya pembebasan manusia dari mitologi dengan berusaha mencari phusis (asas segala sesuatu). Walau untuk itu ia harus menentang keyakinan tradisional para leluhurnya.
Dibelahan dunia timur, India misalnya, agama pun menjelaskan dirinya dalam filsafat yang mempertanyakan dasar segala sesuatu. Di dunia islam para nabi mengawali penghancuran berhala. Maka perbincangan masalah ketuhanan mengarah ke persoalan metafisika. Manusia mulai mengembangkan pemikiran kritisnya dengan memasukkan masalah ketuhanan ke dalam masalah metafisika, atas dasar suatu telaah ontologis tertentu, Tuhan selanjutnya menjadi obyek kajian keilmuan.
…Read More

In Discourse on March 4, 2009 by demonzbabtizm
Siapapun yang menonton pameran seni rupa kontemporer tak akan heran ketika melihat karya seni yang terbuat dari benda sehari-hari seperti kursi, batu bata, lampu kelap-kelip plus efek ini itu, foto-foto, tulisan dan gambar oret-oretan di dinding, barang-barang bekas (asli dan tiruan), atau tayangan video yang berisi potongan-potongan adegan yang diulang-ulang dan sejenisnya.
Wicaksono Adi
Benda-benda yang dirakit dalam bentuk tertentu itu lazim disebut seni instalasi. Almarhum Profesor Sudjoko punya istilah ’seni pepasang’ buat seni semacam itu. Belakangan anggapan seni instalasi muncul lantaran para seniman tidak puas dan tidak percaya lagi terhadap media atau segala wujud artistik kuno yang disebut ’seni murni’. Bagi mereka, seni rupa dapat dibuat dari apa saja dan dapat berlangsung dimana saja: ruang pameran, ruang makan, tempat tidur, jalan raya, etalase, kamar tidur, layar komputer, pematang sawah, tepi sungai, kuburan dan sebagainya dan sebagainya.
…Read More

In Discourse on December 14, 2008 by demonzbabtizm
[arif wijaksono]
Data dari Direktorat Pendidikan Masyarakat, Ditjen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Depdiknas menunjukkan total penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang menyandang buta aksara berkisar 15,04 juta. Indonesia pun akhirnya harus puas menyandang gelar sebagai negara dengan penduduk buta aksara terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, setiap tahun hampir satu juta anak di Indonesia terancam putus sekolah dasar. Di Jawa Timur jumlah siswa putus sekolah juga mengalami peningkatan yang signifikan khususnya jenjang SMP dan SMA. Jumlah siswa SMP periode 2006/2007 yang mengalami putus sekolah mencapai kisaran 2.223 siswa, atau meningkat 4,2 persen dari periode sebelumnya yaitu 2.133 siswa. Sedangkan siswa putus sekolah jenjang SMA periode 2006/2007 mencapai 3.357 siswa, atau meningkat 60 persen dari periode sebelumnya yaitu 2.099 siswa.
…Read More